Akademisi se-Asia Tenggara Ngumpul di Palembang

0
741

 

RADAR PALEMBANG -Hari ini jajaran akademisi, mahasiswa dan dosen dari kawasan Asia Tenggara (Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, Brunei Darussalam) ngumpul di Palembang untuk mengikuti seminar Internasional Malay Islamic Civilization Institute (MICI) di academic center IAIN Raden Fatah. Dengan harapan akan mampu menghimpun pandangan keilmuan dari sejumlah pakar internasional tentang kontribusi tradisi dan peradaban Islam Melayu terhadap perkembangan Islam di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia.

Acara yang juga akan dihadiri lebih kurang 300 perseta dari PTAIN/PTAIS se-Indonesia dan PTU negeri dan swasta ini Menurut Ketua Pelaksana Dr. Ismail Sukardi, selain mengapresiasi berbagai iode dan tulisan dari para panelis se-Asia Tenggara, juga hendaknya bias dijadikan pembelajaran bagi semua pihak, beta[pa pentingnya memahami akar sejarah suatu peradaban untuk membangun peradaban yang lebih baik lagi.

Diantara hal-hal yang akan dibahas, kajian tentang asal-usul dan perkembangan Islam di dunia Melayu sudah cukup lama dilakukan oleh berbagai ilmuan. Salah satu ilmuan penting yang mendalami bidang ini di dunia Melayu sendiri adalah Syed Naquib al-Attas dari Malaysia. Al-Attas telah melakukan berbagai kajian mendalam tentang Islam dan kemelayuan sejak tahun 80-an dan sampai saat inipun masih aktif melakukan riset dan penulisan buku tentang Islam dan peradaban Melayu.

Di Indonesia, kita mengenal Taufik Abdullah dan Azyumardi Azra, dua dari sedikit “orang Melayu” yang concern membicarakan, meriset, dan menulis berbagai karya ilmiah tentang Islam di dunia Melayu.

Kajian mendalam tentang relasi Islam dalam peradaban Melayu tentu akan semakin ramai di masa-masa yang akan datang. Apalagi IAIN Raden Fatah telah menetapkan dirinya sebagai “Pusat Kajian Peradaban Islam Melayu” sebagai distingsi kajiannya.

Bersamaan dengan perayaan Dies Natalis Emas (DNE) atau Ulang Tahun ke-50 IAIN Raden Fatah Palembang, panitia pelaksana akan memanfaatkan momentum ini sebagai sarana meluncurkan distingsi kajian peradaban Islam Melayu secara massif dalam bentuk seminar-seminar, baik di level fakultas, nasional, maupun internasional. (ayu)

 

LEAVE A REPLY