Ajak Agri Lestari Kelola Sabut Kelapa

0
115
Kabupaten Banyuasin penghasil kelapa terbesar di Sumsel. Data Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin, luas perkebunan kelapa rakyat 48.053 ha dengan produksi 46.496 ton per tahun

RADAR PALEMBANG  – Bukan hanya penghasil beras dan ikan saja, namun Kabupaten Banyuasin juga daerah penghasil kelapa terbesar di Provinsi Sumatera Selatan. Data Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin, luas perkebunan kelapa rakyat 48.053 ha dengan produksi 46.496 ton per tahun.

Tingginya produksi kelapa ini, selama ini tidak diiringi dengan sentuhan teknologi sehingga sabut kelapa sisa ekspor ke Tiongkok dan Thailand hanya terbuang percuma tanpa bisa dimanfaatkan.

Melihat kondisi itulah, Bupati Askolani menugaskan PT Sei Sembilang bersama Bappeda Litbang dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM untuk melakukan penjajakan kerjasama dengan PT Agri Lestari Nusantara untuk mengelola sabut kelapa, dan agar pabrik kelapa di Desa Teluk Payo Kecamatan Banyuasin II yang sudah dibangun dapat segera di pergunakan.

”Kami saat ini tengah berada di Lampung Timur, meninjau pabrik pengolahan sabut kelapa milik PT Agri Lestari Nusantara,“ kata Direktur PT Sei Sembilang Ardiansyah, kemarin.

Dikatakan Ardiansyah, PT Agri Lestari Nusantara direncanakan nantinya akan bekerjasama dengan PT Sei Sembilang dalam mengelola sabut kelapa sehingga menjadi lebih bernilai.

“Masyarakat kita selama ini cuma jual dalam bentuk bahan mentah, sabut kelapa sisa dijual itu cuma terbuang percuma, kedepan akan kita kelola sehingga menjadikan bahan yang bernilai ekspor,“ katanya.

Peluang itu sangat besar terangnya, mengingat bahan bakunya sangat banyak tersedia di Kabupaten Banyuasin dan pabrik pengolahannnya pun Kabupaten sudah punya di Desa Teluk Payo Kecamatan Banyuasin II.

”Ini bisa menjadi sumber PAD baru dan bisa menyerap tenaga kerja bagi masyarakat Banyuasin. Mohon doanya, insyaallah kerjasama ini bisa berjalan sesuai rencana,“ harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin Aidil Fitri mengatakan, luas perkebunan kelapa rakyat seluas 48.053 ha dengan produksi sebanyak 46.496 ton dan dimiliki oleh 33.779 kepala keluarga.

”Jumlah produksi tersebut masih bisa ditingkatkan, mengingat dari 48.053 hektar luas perkebunan kelapa, seluas 2.813 hektar tanaman yang akan mulai menghasilkan atau belum menghasilkan,“ katanya.

Sentra kelapa Banyuasin kata Idil tersebar di 21 kecamatan, namun luas lahan terbesar berada di Kecamatan Banyuasin II 8.855 hektare, Makartijaya 7.128 ha, Muara Sugihan 6.490 ha, Muara Padang 5.161 ha, Sumber Muara Telang 5.711 ha, Air Kumbang 2.911 ha, Pulau Rimau 3.633 ha, Muara Telang 2.823 ha.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sumsel, kelapa masuk dalam 10 komoditas ekspor nonmigas andalan Sumsel. Kalau kita lihat per Oktober 2019 lalu, kelapa menduduki peringkat ke-9 untuk nilai ekspor yang mencapai USD 2,51 juta,” katanya. (tri)

 

LEAVE A REPLY