Air Asia Siapkan Asuransi

0
1041

 

RADAR PALEMBANG  Terkait lost kontak maskapai penerbangan Air Asia dengan nomor penerbangan QZ8501, pihak masakapi memastikan akan mengurus segala sesuatu terutama yang berkaitan dengan asuransi penumpang.

Presiden Direktur PT Air Asia Indonesia Sunu Widyatmoko menjelaskan, saat ini pihaknya masih fokus pada pencarian pesawat, sebab selagi belum ada kejelasan mengenai keberadaan pesawat pihaknya belum mau berspekulasi, karena hal itu justru berakibat buruk terhadap keluaga penumpang yang ikut didalam penerbangan. Namun jika nantinya tejadi kejadian yang diluar keinginan pihaknya sudah siap untuk bertanggung jawab terutama mengenai asuransi.

“Kita sudah siap dengan segala konsekwensi, ini adalah resiko bisnis penerbangan jika memang nantinya terjadi sesuatu hal yang paling buruk. Termasuk masasalah asuransi semua penumpang kita yang saat ini masih dinyatakan hilang,” katanya saat dihubungi Senin (29/12).

Pihak maskapai sendiri saat ini sudah melakukan pendataan mengai keluarga penumpang yang ikut dalam penerbangan menuju Singapura tersebut. Penjaringan keluarga dilakukan secara menyeluruh, terutama cru pesawat dan semua penumpang. Salah satu langkah yang sudah dilakuka dengan mempasilitasi semua keluarga penumpang untuk datang ke Surabaya yang ingin mengetahui informasi perkembangan pencarian pesawat. “Disana tim kita juga terus melakukan pendataan mengenai keluarga utama yang menjadi ahli waris setiap penumpang,” bebernya singkat.

Dalam penerbangan menu Singapura tersebut, Sunu memastikan kalau kondisi pesawat memang layat terbang, begitu juga dengan pilot. Pesawat tersebut diterbangkan oleh pilot yang berpengalaman yang sudang mengantongi izin penerbangan international. “Pilot sudah memiliki pengalaman terbang lebih dari 20 ribu kali, sementara pesawat sendiri  terhitung masih bagus karena di produksi tahun 2008 oleh perusahaan boeing,” jelasnya.

Pesawat AirAsia Indonesia dengan nomor penerbangan QZ8501 dinyatakan hilang sejak kemarin tinggal landas dari Bandara Juanda Surabaya menuju Changi Singapura. Pihak berwenang dan AirAsia belum bisa memastikan kondisi terakhir pesawat beserta para penumpangnya tersebut. Meski demikian, Bos Besar AirAsia Tony Fernandes akan menyiapkan asuransi untuk para penumpang pesawat nahas tersebut.

“Asuransi untuk penumpang akan kami berikan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia,” ujarnya Senin (29/12/2014).

Menurutnya, insiden ini tidak mempengaruhi operasional perusahaan. Penerbangan dengan pesawat AirAsia lainnya tetap berjalan dengan normal. “Sampai saat ini belum ada imbasnya ke operasional kami. Semua berjalan normal,” katanya.

Seperti diketahui, pesawat AirAsia dari Surabaya-Singapura dengan nomor penerbangan QZ 8501 hilang kontak setelah 8 menit take off pada pukul 05.20 WIB hari Minggu kemarin. Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan pesawat itu melakukan kontak terakhir di sekitar Pulau Belitung.

Saat ini pencarian pesawat yang hilang itu masih dilakukan. Pesawat AirAsia ini membawa 155 penumpang dengan rincian 130 dewasa, 24 anak, dan 1 bayi. Pesawat itu dipiloti Kapten Irianto dan Kopilot Remi Emmanuel.

Sementara itu, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) jadi pihak penanggung klaim atas pesawat AirAsia Indonesia dengan nomor penerbangan QZ8501 yang hilang sejak kemarin. Besaran klaim akan dihitung setelah status pesawat tersebut jelas.

Setelah ada kepastian atas status pesawat nahas tersebut, kemudian akan ada penelitian untuk menghitung nilai kerugian pesawat oleh International Loss Adjusters. ‘’Kita belum tahu berapa nilai klaimnya karena masih menunggu penerapan status pesawat itu sendiri. Apakah itu hilang atau bagaimana?’’ kata Direktur Teknik dan Luar Negeri Jasindo Syarifudin kepada wartawan Senin (29/12/2014).

Kepastian status pesawat akan mempengaruhi nilai klaim itu sendiri. Jasindo juga belum bisa memastikan bentuk tanggungan yang akan diberikan. Bisa dalam bentuk penggantian uang tunai atau rangka pesawat baru.

‘’Masih tunggu kepastian status pesawat AirAsia itu. Kemudian kalau sudah ada tentu ada penelitian nilai kehilangan. Bentuk pertanggungannya juga saya belum tahu apakah bentuknya dana tunai atau digantikan rangka pesawatnya,’’ tambahnya.

Seperti diketahui, pesawat AirAsia dari Surabaya-Singapura dengan nomor penerbangan QZ 8501 hilang kontak setelah 8 menit take off pada pukul 05.20 WIB hari Minggu kemarin. Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan pesawat itu melakukan kontak terakhir di sekitar Pulau Belitung.

Saat ini pencarian pesawat yang hilang itu masih dilakukan. Pesawat AirAsia ini membawa 155 penumpang dengan rincian 130 dewasa, 24 anak, dan 1 bayi. Pesawat itu dipiloti Kapten Irianto dan Kopilot Remi Emmanuel. (iam/jpnn)

LEAVE A REPLY