75 Persen Depot Air Minum Isi Ulang Belum Kantongi Izin

0
839

 

RADAR PALEMBANG -Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menghimbau masyarakat agar lebih waspada dalam mengkonsumsi air minum isi ulang. Berdasarkan temuan Dinkes Kabupaten Muba masih ada Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) yang tidak memiliki izin (ilegal), sehingga dikhawatirkan airnya tidak memenuhi standar kesehatan.

Kepala Dinkes Muba dr Hj Sriwijayani MKes melalui Kepala Bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2P/PL), Candra SKM MSi saat ditemui diruang kerjanya, mengatakan, dari 184 perusahan DAMIU yang ada di Kabupaten Muba, yang telah mengantongi izin dari Dinkes Kabupaten Muba hanya 46 perusahaan DAMIU, sisanya masih belum memenuhi syarat standar kelayakan.

“Sertifikat layak izin higienis akan diberikan oleh Dinkes jika depot air minum isi ulang sudah memenuhi standar kelayakan sesuai penilaian Dinkes. Begitupun sebaliknya, jika dinilai tidak layak maka Dinkes tidak akan mengeluarkan sertifikat layak izin higienis tersebut,” tambahnya.

Untuk DAMIU yang sudah memiliki sertifikat layak izin higienis dari Dinkes harus dipasang di depot masing-masing, yang menandakan bahwa depot tersebut sudah layak untuk beroperasi dan mendistribusikan air isi ulangnya ke masyarakat. Sebaliknya bila di depot air minum tersebut tidak terpasang sertifikat layak izin higienis, maka masyarakat diimbau tidak membelinya, sebab bila tidak memenuhi standar kelayakan higienis, air minum tersebut dapat menyebabkan penyakit diare, muntaber, keracunan, dan penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan lainnya yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Candra juga menjelaskan bahwa Dinkes akan melakukan pengecekan dan pemeriksaan air isi ulang secara berkala enam bulan sekali. Tujuannya untuk mengantisipasi adanya pengelola depot yang tidak memperhatikan standar kesehatan, atau kurang memperhatikan kebersihan media yang digunakan, agar air isi ulang yang dijual tidak mengakibatkan gangguan kesehatan bagi masyarakat yang meminumnya.

Pemeriksaan air isi ulang dilakukan oleh Dinkes dibantu oleh petugas puskesmas di wilayah masing-masing yang datang langsung ke DAMIU untuk mengambil sampel air, kemudian diuji di laboratorium untuk mengetahui hasilnya.(ace)

 

 

LEAVE A REPLY