60 Pegawai di BPPD Terjaring “Manipulasi” Data Absensi, Sekda Berikan SP I

0
378

 

RADAR PALEMBANG,- Berdasarkan hasil laporan data absensi ke Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palembang pada evalusi 2019 lalu, ditemukan hasil printout absensi yang digandakan, dan paling mencolok terjadi di BPPD yang sampai 60 orang PNSD dan non PNSD.

Modus indispliner pegawai negeri sipil daerah (PNSD) dan Non PNSD berupa manipulasi data absen terungkap, setelah sebanyak 60 pegawai Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) kota Palembang terbukti memalsukan data absensi. Bahkan Sekertaris Daerah Kota Palembang, Drs Ratu Dewa langsung memberikan peringatan pertama (SP 1).

Dia mengatakan sudah memberikan sanksi ke pegawai yang terbukti melakukan manipulasi. Bahkan dari hasil temuan ini diketahui bahwa modus pegawai memanipulasi data absensi ini mulai dua sampai 6 kali, dan bahkan ada yang bisa titip absen, meski absensi sudah menggunakan sistem pinger print. “Langsung kita berikan peringatan pertama (SP 1) bagi yang memanipulasi ini,”ujarnya Usai melaksanakan apel pagi, dan sekda melakukan sidak ke BPPD,” kemarin.

Lanjutnya, manipulasi absensi ini dilakukan dengan cara menggunakan jari teman (pegawai lain) waktu diawal memasukan data ke operator. Dari beberapa alasan yang dikemukakan pegawai, diketahui bahwa titip absen ini dilakukan untuk menghindari telat absen, karena jika telat dari jadwal masuk 07.30 WIB, maka akan langsung dipotong. Ini juga tidak ada pengeculian, dan harus dipatuhi semua pegawai.

“Kita sudah tegaskan, tidak ada alasan untuk datang telat, bahkan dengan alasan ada tugas diluar kantor, karena ini dijadikan alasan oleh pegawai, padahal tidak benar, kalau 07.30 datang absen, kalau ada dinas keluar kota juga jelas ada surat tugas yang diketahui atasan,” terangnya.

Apalagi, lanjut Dewa semua pegawai ini sudah diberikan Tunjangan kinerja (Tukin), bahkan untuk BPPD itu ada tambahan lagi dari hasil tagih (pajak), dan termasuk OPD yang masuk zona integritas, serta memiliki kewajiban memberikan kinerja maksimal, agar capaian pajak daerah dapat optimal.

“Hasil data ini, selain diberikan SP 1, kemudian di rekomendasi ke bkpsdm untuk ditindak lanjut serta evalusi selama 1 bulan kedepan, kalau masih mengulangi akan kita mutasi ke tempat yang jauh (kalau pulang ke Sematang Borang kita Mutasi ke Gandus, intinya biar jadi pelajaran, sedangkan bagi non PNSD kita putus kontrak di bulan berikutnya,” katanya.

Ditegaskan Sekda, ini jadi peringatan bagi pegawai di OPD lainnya, karena pihaknya juga akan mengecek Yang lain. “Kita masih minta data ke bksdm, data kedisplinan, mulai absensi, gotong royong, dan lainnya,” pungkasnya.(spt)

LEAVE A REPLY