4.000 UMKM Dapatkan Pinjaman Tanpa Agunan

0
69
UMKM PENGRAJIN: Wakil Walikota Palembang, saat mengunjungi pengrajin di Bagus Kuning, Senin (1/3/2021). Dia memaparkan, pemkot menargetkan 4000 UMKM mendapatkan pinjaman tanpa anggunan.

RADAR PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang 2021 ini menargetkan 4.000 UMKM melakukan pinjaman/ kredit tanpa agunan kepada Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Palembang. Hal ini ditujukan untuk membantu mengembangkan usaha rakyat terutama di masa pandemi ini.

Direktur Kepatuhan BPR Palembang Slamet mengatakan, program tersebut sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Setiap UMKM mendapatkan pinjaman Rp3 juta tanpa agunan dan bunga. “Tahun lalu karena pandemi, maka proses penyaluran terhambat, bahkan baru mulai pada September 2020 dimana harusnya sejak awal tahun,” katanya di sela kunjungan ke pengrajin di Bagus Kuning, Senin (1/3/2021).

Slamet mengatakan, penyaluran kreditĀ  terdampak pandemi. Tahun lalu hanya 820 nasabah saja yang melakukan pinjaman dari hasil jemput bola oleh para petugas. Selain karena ekonomi yang tidak menentu, masyarakat juga membatasi keluar rumah. “Tahun ini kami siapkan Rp12 miliar dengan target UMKM yang sama dengan tahun lalu sebanyak 4.000,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda mengatakan, program ini sudah berlangsung sekitar tiga tahun lalu. Setiap pedagang atau UMKM mendapatkan pinjaman Rp3 juta dengan tanpa agunan dan bunga. Sebab bunga disubsidi oleh Pemkot Palembang. Ini akan sangat membantu pelaku usaha kecil yang akan mengembangkan usahanya. “Sehingga, setiap orang bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain dengan usaha tersebut,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang memiliki usaha, bisa mengajukan pinjaman dengan cara mendaftarkan diri ke kelurahan, yang mana data tersebut akan diperiksa dari kelurahan, kecamatan, dan Dinas Koperasi dan UMKM, dan nantinya BPR akan melakukan survey.

“Bank yang menentukan. Sebagian besar diterima, kalau mereka tidak memilik BI checking, tidak masalah,” terangnya.

Menggandeng lembaga keuangan ini diharapkan dapat mendongkrak ekonomi kerakyatan. Ia mengatakan, jika dana kucuran bantuan kredit tersebut dari BPR dilakukan secara bergilir kepada pelaku usaha.

Dengan begitu, diharapkan dapat memberi semangat pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha. Terlebih, kucuran kredit yang diberikan tersebut tanpa angunan dan disubsidi oleh pemerintah. “Sebenarnya ada bunga, tetapi disubsidi oleh pemerintah kota sehingga di tangan masyarakat bunga 0 persen,” pungkasnya. (spt)

 

LEAVE A REPLY