SFC ‘Dihantui’ Tren Negatif

0
165

 

 

 

 

RADAR PALEMBANG, MESKI diberikan libur panjang, tak membuat jajaran kepelatihan Sriwijaya FC (SFC) bersantai diri. Program menjaga kebugaran pemain saat usai libur dan menjalani laga Liga 1 Indonesia terus dilakukan.

Apalagi ada tren negatif yang kini membayangi tim berjuluk Laskar Wong Kito ini. Apa itu tren negatifnya ? Pertama, kekalahan laga terakhir versus Barito Putra di kandang lawan dengan skor telak 3-1 sebelum libur panjang masih membekas.

Ditambah lagi, faktor keduanya, yakni ada ‘hantu’ yang menakuti jajaran pelatih terkait, tim yang bermarkas di Jakabaring ini dengan kekalahan telak saat diperoleh Sriwijaya FC ketika menjamu Bhayangkara FC di Indonesia Soccer Championship (ISC) tahun 2016 lalu, setelah diliburkan dua pekan.

Coach SFC, Rahmat Darmawan mengumumkan kepada semua pemain Sriwijaya FC akan mendapati libur panjang, pasca menyambut Hari Raya Idul Fitri dan Minggu tenang Pilkada.

Ia mengatakan jika mereka diberikan waktu libur selama 10 hari. RD juga menegaskan meski libur, baiknya skuat Laskar Wong Kito tetap menjalankan program latihan yang telah diberikan ke masing-masing pemain.

“Program latihan itu nantinya harus dijalankan oleh pemain agar fisik mereka tidak melempem selama liburan. Sehingga saat berlatih rutin kembali, badan mereka tidak terkejut dan tetap prima seperti biasa,”ujarnya kepada Radar Palembang.

Namun, dengan adanya libur panjang tersebut. Ternyata membuat manajemen Sriwijaya FC trauma. Manajemen akan berhati-hati dalam menyusun program tim agar performa Laskar Wong Kito tidak anjlok.

Manajemen nyatanya masih terbayang dengan kekalahan telak saat diperoleh Sriwijaya FC ketika menjamu Bhayangkara FC di Indonesia Soccer Championship (ISC) tahun 2016 lalu, setelah diliburkan dua pekan.

Terlebih, sebelum libur SFC kembali mengalami kekalahan 3-1, kontra pertandingan melawan Barito Putra. Hal ini membuat Sekretaris tim Achmad Haris mengaku trauma dengan tragedi itu.

Menurutnya, apalagi libur panjang kali ini berbeda, karena bertepatan dengan hari raya Idul Fitri. Selain masalah traportasi yang bertepatan dengan arus balik, suasana pasca-Lebaran juga turut berpengaruh.

“Saya cukup takut, akan ada perubahan skill terhadap pemain, saat akan bertanding kembali setelah lebaran ini. Dan juga dengan adanya libur yang cukup lama bisa jadi, pemain tidak terkontrol,”ujar Haris

Selain faktor di atas, tentu manajemen SFC berharap liburan nanti tidak memengaruhi performa tim secara keseluruhan. Sebab saat musim lalu usai liburan ada pengaruh saat di lapangan. Dan juga semua orang tahu bahwa Lebaran di Indonesia cukup berbeda dan punya banyak pengaruh di sisi lain. (fen)

 

 

 

LEAVE A REPLY