Ishak Mekki Dukung Pemekaran Lintas Timur

0
752

 

RADAR PALEMBANG Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, H. Ishak Mekki memberi apresisasi sekaligus memberi dukungan terhadap inisiatif masyarakat Kecamatan Lempuing dan sekitarnya yang meminta pemekaran dari Kabupaten induknya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Dukungan tersebut disampaikan Wagub tatkala dia menghadiri malam Suroan alias malam menyambut tahun baru Hijriah di Desa Dabukrejo, Kecamatan Lempuing yang diselenggarakan Paguyuban Wong Lugu (PWL), Kamis (23/9) malam.

Pernyataan Wagub ini disampaikannya di malam itu menyahuti bincang-bincang dari sejumlah tokoh masyarakat setempat menjelang acara berlangsung. Kepada Wagub masyarakat menyatakan mohon dukungan bahwa warga di kawasan Lintas Timur dan sekitarnya yang terdiri dari sejumlah kecamatan berkeinginan membentuk kabupaten baru dengan nama Kabupaten Lintas Timur.

Menanggapi hal ini, di sela-sela sambutannya, mantan Bupati OKI dua periode ini menangapi positif keinginan warga itu. Bahwa pemekaran sebuah wilayah menjadi wilayah baru adalah keinginan yang positif, karena tujuannya untuk mendekatkan diri dari pusat pemerintahan, memperpendek rentang kendali dan pengawasan serta mempercepat pembangunan.

Di hadapan warga yang juga dihadiri Bupati OKI, H. Iskandar, Wagub yang juga Calon Gubernur (Cagub) Sumsel, Ishak Mekki, menyatakan dukungannya atas prakarsa masyarakat yang menginginkan pemekaran itu. Asal saja keinginan tersebut memang betul-betul memenuhi tujuan dasar dan syarat-syarat pemekaran itu sendiri.

“Di antara tujuan dasar pemekaran wilaah itu adalah mendekatkan pemerintahan kepada masyarakat. Dengan demikian pelayanan publik dapat dimikmati dengan mudah. Prinsipnya saya setuju usul pemekaran ini, asal memenuhi tujuan dasar dan berbagai persyaratan sebagaimana diatur perundang-undangan,” katanya.

Persyaratan pemekaran tersebut, lanjut Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel ini, meliputi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis. Persyaratan administrasi tentu saja adanya berbagai persetujuan dan keputusan dari induk daerah baik dari legislatifnya maupun dari eksekutif. Sedangkan persyaratan teknis meliputi hasil kajian berupa, kemampuan ekonomi, potensi daerah, kependudukan, sosial politik dan sebagainya.

“Tentu saja, kita tetap mempertimbangkan adanya pemberlakuan moratorium atas pemekaran wilayah oleh Kementerian Dalam Negeri. Moratorium itu dihentikannya sementara hingga waktu yang ditentukan kemudian atas berbagai usul masyarakat tentang pemekaran,” tambah Ishak.

Namun demikian, lanjut suami Hj. Tartila ini, bagi masyarakat yang menginginkan pemekaran, bukan berarti harus surut, melainkan terus saja brjalan sambil mempersiapkan segala persyaratan yang dituhkan. “Hingga nanti moratorium dicabut alias pintu pemekaran dibuka kembali, warga di sini sudah siap, dan saya yakin Kabupaten Lintas Timur ke depan akan terwujud,” pungkas ayah tiga anak, Muchendi, Azhar dan Ones ini menyudahi disambut tepuk tangan riuh masyarakat yang hadir di malam itu.(rel)

 

 

LEAVE A REPLY