Dewan Rekomendasikan PT SLI Disanksi

0
868

 

+ Pekerjakan TKA untuk Level Non Skill

 

RADAR PALEMBANG – Ada hal menarik dari Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di PT Sri Trang Lingga Indonesia (SLI). Pabrik karet berlokasi di Gandus itu mayoritas memiliki TKA yang tak punya keahlian khusus. Sebagian tercatat hanya sebagai surveyor dan tenaga pembelian. Padahal, dalam aturannya TKA hanya boleh untuk level manajer ke atas (memiliki skill).

Hal ini terungkap saat digelar pertemuan antara manajemen PT Sri Trang Lingga Indonesia (SLI), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Disnaker Kota Palembang, Kantor Imigrasi Palembang, bersama dengan Anggota DPRD Sumsel Daerah Pemilihan I Kota Palembang pada Kamis (30/3) di kantor DPRD Sumsel Palembang. Pertemuan ini terjadi sebagai tindak lanjut hasil tinjauan anggota DPRD Sumsel ke PT SLI awal Desember 2016 lalu, sebagaimana yang pernah diberitakan koran ini

Dikatakan Manager HRD PT SLI Hermanto, tercatat di PT SLI ada 1.067 tenaga kerja. Dari angka itu, sebanyak 53 orang TKA, dan ada dua orang yang pada bulan ini tidak lagi bekerja di PT SLI karena KITAS habis. Para TKA berada diberbagai bidang, seperti finance director, lalu manager engeenering. “Sekarang kami baru membuka gudang untuk pembelian barang. Tercatat ada 18 orang surveyor TKA yang mobile. Termasuk manager pembelian yang TKA,” katanya.

Ia juga mengatakan kuota yang dimiliki PT SLI sebanyak 60 orang, untuk itu pihaknya akan mengajukan kembali ke pusat terkait penambahan TKA. “Semua sudah sesuai dengan aturan, kami akan ajukan RPTKA ke Jakarta. Kalau tidak sesuai, tidak mungkin mereka ke Palembang,” kata dia.

Terkait demo dan PHK yang sempat menjadi persoalan, dikatakan semua sudah dimediasi oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Palembang. Hasilnya, karena tenaga kerja yang menggelar aksi juga telah selesai. Sebanyak 111 pekerja sudah di PHK atas kesepakan bersama dan diberi pesangon 1,5 kali dari ketentuan. “Plus uang tambahan Rp 500.000,” katanya.

Sementara itu, dikatakan Kepala Kantor Imigrasi Sumsel Budiono Setiawan, di PT SLI jumlah TKA ada 54 orang dari 200 TKA yang ada di Kota Palembang. Pihaknya pun secara rutin melakukan razia atau penindakan terhadap TKA ilegal.

Dikatakan, dalam tiga bulan ini saja tercatat setiap bulan ada yang kembalikan ke negara asalnya. Pada Januari pernah menangani 19 warga negara Bangladesh dan dicekal.selama satu tahun.

Lalu pada Februari 2017, dari operasi yang dilakukan, tujuh orang kembali dideportasi karena menyalahi visa. Dan terakhir pada Maret ini sebanyak satu warga negara Cina dikembalikan karena juga menyalahi visa. “Total ada 27 orang,” kata dia.

Ia mengatakan pula siap melakukan razia mengecek ke perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing g secara ilegal. Ini pernah ia lakukan saat bertugas di Papua dan perusahana tersebut harus menyewa pesawat untuk mengembalikan tenaga kerja asingnya.

Dikatakan Ketua Rombongan Dapil I Kota Palembang RA Anita Noeringhati mengatakan kekecewaannya terhadap PT SLI. Apalagi nyatanya yang diutus adalah HRD yang tidak bisa mengambil kebijakan. Apalagi sebelum ini, saat mereka ke PT SLI pada reses tahap ketiga di 2016 lalu, yang menerima bukan pula yang berwenang.

Atas ini pula, Anita mengatakan perusahaan ini bermasalah. Bahkan dewan akan mengeluarkan rekomendasi agar kementrian tenaga kerja menindak PT SLI. Mengingat mereka yang berkualitas di PT SLI, khususnya tenaga kerja asing bukan tenaga skill khusus.

Ini berarti ada pelanggaran undang-undang ketenagakerjaan. “Kalau sekedar tenaga finance tidak perlu tenaga asing. Begitu juga tenaga pembelian, banyak orang kota mampu. Kalau emgeering saya maklum,” ujar dia.

Anita meminta perusahaan menyerahkan data ketenagakerjaan. Jumlah peserta BPJS ketenagakerjaan, BPJS kesehatan. Lalu data mereka yang dipecat. “Kami tunggu Senin.”

Ditambahkan Anggota DPRD Sumsel asal Fraksi Partai Gerindra Ir H Sujarwoto soal jumlah tenaga kerja asing yang berbeda-beda. Apa lagi dari data yang dilansir oleh media tercatat ada 70 tenaga kerja asing. Ia pun menilai ada hal yang disembunyikan dari data di PT SLI. Apa lagi banyak data yang ditanya ditutup-tutupi. Banyak hal yang tidak dijawab secara benar oleh perusahan sejak reses di taun lalu. (rul)

 

LEAVE A REPLY