3 Hari Pengunjung Capai 20 Ribu Orang

0
3740
10.000 lampion yang disajikan dalam festival lampion cukup menarik minat warga Palembang untuk menonton. Betapa tidak baru 3 berlangsung pengunjung sudah mencapai 20 ribu orang

 

RADAR PALEMBANG, RP – Luarbiasa antusias masyarakat terhadap acara Sriwijaya Imlek dan Capgomeh Lantern Festival Yang digelar di halaman Sekolah Maitreya 9 Januari 2020 hingga 9 Februari 2020 mendatang.
Betapa tidak, baru 3 hari dihelat mulai tanggal Kamis (9/1) hingga (11/1) jumlah pengunjung yang hadir mencapai 20 ribu orang. “Benar berdasarkan data kita jumlah pengunjung di festival 10.000 lampion ini mencapai 20 ribu orang,”ungkap Regen Humas, kemarin.
Menurut Regen, pengunjung paling ramai pada Sabtu (11/1) malam dimana untuk masuk ke arena lampion ini sulit. “Mungkin hari libur sehingga banyak warga berkunjung ke tempat ini,”katanya.
Regen juga menjelaskan kalau acara Sriwijaya Imlek & Capgomeh Lantern Festival (SICLF) merupakan acara yang mengkolaborasikan budaya lokal Palembang, Tionghoa dan budaya nusantara, festival ini diharapkan dapat memperkuat harmonisasi budaya di Indonesia demi terwujudnya Bhineka Tunggal Ika.
“Festival Lampion ini akan berlangsung selama 2 sesi yakni sejak tanggal 9 Januari hingga 22 Januari dan dilanjutkan kembali pada tanggal 1 Februari hingga penutupan 9 februari,”katanya.
Menurut Regen, festival ini diramaikan oleh para seniman budaya Tionghoa yang datang dari pelbagai kota termasuk pelaku seni beladiri seperti Taichi, Wushu dan Wing chun, seniman “Chinese caligraphy and painting” dan kecapi oriental “GuZheng”, budayawan lokal Palembang dengan melibatkan Komunitas Batang Hari 9, Seniman international peniup flute dari Bali Gus Teja dan putra terbaik daerah dari komunitas Hindu KMHDI, Gereja Katolik, dan Gereja HKBP untuk mengisi acara kebudayaan Nusantara.
Tak lupa tuan rumah, siswa siswi sekolah Maitreyawira dan para penari INLA juga akan membawakan lagu dan tarian kasih semesta, menyuarakan semangat mengasihi alam semesta. “Tidak hanya seni tari seni musik dan seni bela diri, kami juga mengangkat nilai tata busana dengan mengadakan Chinese New Year fashion show yang berkolaborasi dengan IKOCI-PSMTI dan Valeno Bridal sedangkan untuk songket fashion show, kami bekerjasama dengan salah satu rumah songket Palembang,”katanya
Salah satu acara yang akan menjadi ajang penampilan talenta – talenta terbaik warga Palembang dan sekitarnya adalah Sriwijaya Talent Show (STS) yang diharapkan menjadi hiburan yang sangat menarik bagi masyarakat.
“Selain STS kami juga mengadakan kompetisi lainnya seperti kompetisi Catur, Xiang Qi, Sempoa, lomba pidato bahasa Palembang dan aneka lomba lainnya yang dapat menjadi wadah pengembangan kualitas terbaik anak bangsa bertempat di Maitreyawira Square,”katanya.
Regen juga mengatakan, acara ini juga akan sarat dengan nuansa pendidikan dengan menghadirkan James Gwee yang akan membawakan seminar bagi para pelajar dan parenting bagi para orang tua, seminar gizi dan kesehatan oleh ‘Doktor Tempe Indonesia’, Dr.Drs.Susianto, MKM untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan, konser Touch My Heart yang sarat akan nilai-nilai kehidupan yang membuat kita terbuai dalam alunan nada dengan lirik-lirik yang
berisi nilai-nilai kemanusiaan, optimisme, dan cinta kasih, serta kami juga mengangkat kembali permainan tradisional dan edukatif yang sudah mulai ditinggalkan oleh generasi muda
“Di acara ini juga ada wisata kuliner. Setelah puas melihat keindahan suasana 10.000 lampion nan cantik, para pengunjung dapat mencicipi aneka kuliner sehat nabati yang juga kami sediakan dalam bentuk tepanyaki dan Suki, membeli aneka pernak-pernik dalam rangka menyambut tahun baru Imlek, sambil menyaksikan aneka penampilan di panggung utama. Dengan serangkaian acara dan kegiatan yang kami kemas sedemikian rupa, SICLF ini diharapkan dapat menjadi salah satu tempat quality time bersama kerabat dan keluarga yang edukatif, sarat makna dan menghibur bagi seluruh masyarakat kota palembang dan sekitarnya,”katanya. (sep)

LEAVE A REPLY