20 Persen Kendaraan tak Lulus Uji Emisi

0
774

 

RADAR PALEMBANG  – Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) melakukan uji emisi terhadap kendaraan yang melintas di Jalan Merdeka atau tepatnya seputaran Kambang Iwak (KI).

Hasilnya, 20 persen kendaraan tidak lolos uji emesi. Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Masripin Thoyib mengatakan, uji emisi merupakan agenda rutin yang dilakukan empat kali dalam satu tahun atau per triwulan.

“Uji emisi ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kondisi kendaraan yang beropersional. Selain itu, untuk mengetahui tingkat polusi udara oleh sebab itu kami juga menggandeng BLH,” kata dia, kemarin.

Uji emisi ini, sambung Masripin, berlaku untuk semua jenis kendaraan mulai dari kendaraan pribadi, angkutan umum hingga mobil dinas pemkot Palembang. “Fokusnya untuk kendaraan dinas dan angkutan umum. Target ada 500 kendaraan yang melakukan uji emisi,”terangnya.

Kemudian, untuk kendaraan yang lulus uji akan di tempel stiker. Kendaraan yang tidak lulus uji emisi akan diarahkan untuk melakukan perawatan intensif (service) di balai di Km6 secara gratis. Sedangkan, kendaraan pribadi ke agen tunggal pemiliki merek (ATPM) kendaraan. “Sebenarnya, melalui kegiatan ini diharapkan agar masyarakat tahu pentingnya melakukan perawatan rutin terhadap kendaraan,”jelasnya.

Kendaraan yang lulus uji emisi bukan hanya hemat bahan bakar, tapi juga pemeliharaan kendaraan agar lebih tahan lama. Dari evaluasi, lanjutnya, tingkat kendaraan yang tidak lulus uji emisi mengalami penurunan. Sebelumnya, hanya 40 persen kendaraan yang tidak lulus uji emisi. Kali ini, diperkirakan hanya 20 persen kendaraan tidak lulus uji. Mayoritas kendaraan yang tidak lulus uji emisi adalah angkutan umum. “Ini menunjukan tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya uji emisi semakin baik,”terangnya.

Kendaraan yang diuji, kata dia, adalah kendaraaan dengan mengunakan bahan bakar solar dan bensin dengan standar baku mutu sesuai dengan Kepmen Lingkungan Hidup No 5 Tahun 2006, memperhatikan komponen hidrokarbon, karbon monoksida pada kendaraan.

“Jika produksi kendaraan itu di bawah tahun 2007, kadar standar layak uji emisinya memiliki CO 4,5, HC (ppm) 1.200, sementara untuk di atas 2007 adalah CO 1,5 dan HC (ppm) 200,” pungkasnya.(tma)

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY