1.500 Pelajar Rayakan Khatina

0
315

 


RADAR PALEMBANG,  Vihara Dharmakirti Palembang Minggu (10/11) menggelar perayaan Hari Suci Kathina pelajar. Ketua Sekolah Minggu Vihara Dharmakirti Palembang Suyamta mengatakan, perayaan diawali ritual Pindapatta pada pukul 06.30 Wib setelah itu dilakukan perayaan Khatina yang meliputi persembahan puja, pujja akti, Dhamma Desana, persembahan ctypaccaya dan sangha dana. “Perayaan dihadiri kurang lebih 1.500 pelajar TK, SD, SMP, SMA dan sekolah Minggu umat Budda dari berbagai vihara yang ada di kota Palembang,”ungkapnya.
Suyamta menjelaskan tentang, Hari Suci Kathina yang merupakan hari suci agama Buddha untuk menunjukkan rasa baktinya kepada Sangha. Ada juga yang menyebut Hari Kathina sebagai hari Sangha.“Hari Kathina ini dirayakan sekitar tiga bulan setelah hari raya Asadha,”katanya.
Suyamta juga menceritakan tentang sejarah Khatina pada suatu ketika Sang Buddha berdiam di Vihara Jetavana di kota Sravasti, maka kabar itu tersebarlah kepada sejumlah Bhikshu Aranyaka (dalam naskah Pali dikatakan jumlah bhikshu tersebut 30 orang) dari berbahai tempat pertapaan dan jurusan hutan Pateyya, dan semuanya adalah Arya Sangha. Mereka meninggalkan tempat mereka menuju ke kota Sravasti dengan maksud menghaturkan hormat kepada Sang Buddha.
Mereka berjumpa satu sama lainnya secara kebetulan di jalan dekat kota Saketa yang letaknya kira-kira 60 mil dari Sravasti. Ketika para Bhikshu tersebut tiba di kota Saketa, Bhansa-kala sudah dimulai. Maka terpaksa mereka berdiam di kota Saketa selama lebih kurang 90 hari sesuai dengan peraturan pertapaan yang berlaku.
Setelah 90 hari pengunduran diri itu, hujan tidak henti-hentinya turun dengan derasnya, sehingga tanah dan jalan-jalan tergenang air serta lumpur. Tetapi oleh karena para Bhikshu itu berkeras hendak berangkat selekas mungkin ke kota Sravasti demi menghaturkan sembah sujud mereka kepada Sang Buddha, maka berangkatlah mereka walaupun hujan turun dengan derasnya.
Setiba di Sravasti mereka langsung menuju ke Vihara Jetavana dan menjatuhkan diri mereka memberikan sujud kepada Sang Buddha. Sang Buddha melihat bahwa mereka masih basah kuyub dari kepala hingga jari kaki, pakaian mereka basah dan penuh lumpur. Sang Buddha menanyakan pada mereka apa yang telah terjadi, dan mereka pun menceritakan seluruh kejadian itu.
Sang Buddha bergembira mendengar kebhaktian dan pengabdian mereka, dan memberikan ijin untuk segera menukar pakaian/jubah mereka yang basah kuyub itu. Kemudian Sang Buddha mengeluarkan perintah Kathina agar para anggota Sangha mendapatkan satu pakaian baru setahun sekali setelah kesukaran pada para Bhikshu Aranyaka yang tinggal di hutan. (sep)

LEAVE A REPLY