Apel Amerika Dibeli Langsung Dibuang

0
1494

 

RADAR PALEMBANG –Masyarakat dan pedagang buah di Palembang langsung beraksi negatif menyusul pengumuman pemerintah tentang Apel impor dari Amerika Serikat (AS) yang mengandung bachkteri Listeria Monocytogenes yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Sejumlah toko penjualan buah segar membuang apel impor tersebut sementara pedagang buah kaki lima tetap menjualnya.

Pantauan koran ini di lapangan, para pedagang baik baik besar maupun kaki lima menjual apel Amerika. Ternyata belum semua pedagang yang mengetahui bahwa Apel Amerika mengandung bakhteri berbahaya. ”Kami belum tahu tentang adanya bakteri di apel impor Amerika,”tukas Agus, pedagang buah di Jl Suka Bangun II Palembang, kemarin.

Dia mengaku baru saja mengorder dua karung apel Amerika yang akan dia jual Rp 45 ribu per kg. Kendati demikian, jika memang apel yang sudah dibelinya berbahaya, maka dia akan membuangnya. ”Ya kita tidak akan jual lagi Apel Amerika itu,”tambahnya.

Senada dengan Agus, pemilik TokoBuah Segar Sulianto taslim yang terletak di Jl Kol H Burlian km 06 mengaku sudah membuang apel impor Amerika tersebut. Keputusan membuang apel Amerika dari tokonya itu diambil begitu mendengar berita di televisi. ” Saya langsung perintahkan karyawan membuang ape impor Amerika. Selanjutnya kami langsung stop order,” kata Taslim.

Menurutnya, kesehatan konsumen adalah prioritas nomor satu. Semua Apel itu sudah di parcel dan pisahkan. Biasaya Taslim menjual Apel bermasalah Rp 48 ribu per kg.

Dari sekian pedagang ditemui koran, hanya satu yang mengaku akan tetap menjual apel bermasalah itu. Alasannya, tidak mau menanggung rugi. “Kami tidak mau membuang apel ini, karena kami baru saja beli apel ini. Lagi pula, selama ini kami beli apel impor ini tidak ada keluhan dan tidak pernah terjadi apa-apa,” ungkap Lili (47) salah satu pedagang buah di Jalan Perindusterian II KM 9, Palembang.

Bagaimana dengan gerai buah di pusat perbelanjaan? Koran ini juga melakukan penelurusan ke sejumlah mal. Salah satunya ke Carrefour di Palembang Square (PS). Di sini biasanya menjual apel merek Granny dan Gala asal Amerika yang sedang dipermasalahkan.

”’Ya kita jual apel merek itu. Kebetulan sekarang stoknya lagi habis sejak tiga hari terakhir sebelum keluarnya larangan dari pemerintah. Biasanya, stok untuk dua merek ini sekitar 20-50 kg per bulan dari 200-500 kg seluruh jenis apel impor yang ada,”tukas Fresh Division Manager Carrefour mal Palembang Square (PS) Wemfi Erisandi saat dikonfirmasi koran ini, kemarin.

Wemfi mengaku, psikologi pasar akan terganggu terhadap warning pemerintah terhadap apel dari Amerika itu. Dikhawatirkan, timbul persepsi pada konsumen bahwa semua apel bermasalah.

”Ini tentu akan berpengaruh terhadap buah impor lainnya. ‘Kami khawatir ini berpengaruh pada apel dan buah-buahan impor lainnya. Apel impor yang kita jual tidak hanya Apel Amerika akan tetapi juga ada dari Australia, Prancis dan negara lainnya. Kita akan lihat bagaimana perkembangannya tiga hari ke depan,”tukasnya.

Apakah masih mengirder apel Amerika? Wemfi mengaku sudah menyetop order sampai waktu yang tidak ditentukan.   Kejadian itu, lanjutnya membuat carefour semakin meningkatkan standar produk yang akan mereka jual. ”Mulai saat ini Carrefour juga minta jaminan sertifikat untuk setiap produk buah apel dari pemasok,”cetus dia.
Dia memungkinkan karena kasus ini akan ada peralihan konsumsi ke apel lokal. Sebab untuk apel hijau seperti grand smith memang tidak banyak pilihan, kecuali apel malang. “Beda apel dari tanah barat seperti apel hijau grand smith memang lebih lembut daripada apel hijau malang,” jelas dia.

Sementara itu, Manager Fresh Buah dan Sayur Hypermart mal PSx Ikwal Renaldi mengatakan, apel dengan dua merek tersebut sudah ditarik dari toko sejak hari Minggu lalu. Hal ini pun dipertegas dari informasi kantor pusat. Untuk antisipasi penyebaran bakteri berbahaya, sisa stok masing-masing apel dibungkus dalam kardus tertutup. ”Sudah ditarik dan dibungkus dalam kardus yang berbeda. Siap dimusnahkan, sesuai petunjuk pusat,” terang Ikwal.

Diakuinya, efek penjualan memang belum ada. Tapi kekhawatiran untuk penjualan produk apel lain dimungkinkannya tetap ada. Umumnya pembelian apel untuk dua merek ini sekitar 2- 5 kg per hari.

Sementara itu, ahali kandungan dan genekologi Dr Siti Mirza, memaparkan bahaya dari Bachkateri Listeria Monocytogenes terhadap kesehatan dan wanita hamil. Menurutnya, bachteri itu termasuk kategori ganas dan bisa menyebabkan kematian. dapat menyebabkan kematian.

“Bakteri Listeria Monocytogenes sebuah masalah penting dalam kesehatan karena dapat menyebabkan kematian yang tinggi jika terkena bakteri tersebut. Dampaknya biasanya penderita mengalami

Dan ini jika dialami oleh wanita hamil dapat keguguran,” katanya. Untuk itu, kalau memang benar adanya, pemerintah harus bertindak tegas terhadap buah tersebut dan sesegera mungkin imbau kepada warga Palembang karena belum banyak yang tahu. tegasnya (elo)

 

LEAVE A REPLY